DAL - Pelajaran 01

 Informasi COVID-19 untuk orang Kristen ada di:corona.sabda.org

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Nama Kelas : Doktrin Alkitab Lanjutan
Nama Pelajaran : Inspirasi Alkitab
Kode Pelajaran : DAL-P01

Pelajaran 01 -- Inspirasi Alkitab

Daftar Isi

  1. Pengertian
    1. Arti dan Definisi "Inspirasi"
    2. Hubungan antara "Penyataan" dan "Inspirasi"
    3. Pentingnya Doktrin Inspirasi
  2. Bukti-Bukti Inspirasi
    1. Bukti-Bukti dari Luar
    2. Bukti-Bukti dari Dalam
  3. Langkah-Langkah Roh Kudus dalam Menggerakkan Penulis Untuk Menulis Alkitab
  4. Teori-teori Penulisan Alkitab dan Pandangan yang Salah tentang Inspirasi
    1. Teori-teori Penulisan Alkitab
      1. Teori Dikte (Inspirasi Mekanis)
      2. Teori Penyesuaian (Inspirasi Dinamis)
      3. Teori Pengawasan (Inspirasi Organis)
    2. Pandangan-Pandangan yang Salah tentang Inspirasi
      1. Inspirasi Alamiah
      2. Inspirasi Dinamis atau Mistis
      3. Inspirasi Bertingkat
      4. Inspirasi Sebagian
      5. Inspirasi Konsep

Doa

Pelajaran 01: Inspirasi Alkitab

  1. Pengertian
    1. Arti dan Definisi "Inspirasi"
    2. Istilah "inspirasi" atau inspirare (Latin) terdapat dalam 2 Timotius 3:16, yaitu "theopneustos (bahasa Yunani). Theopneustos berasal dari dua kata pneo + theos, yang artinya "dihembuskan (oleh) Allah", bahwa penulisan Alkitab, seluruhnya, adalah pekerjaan Allah. Melalui Roh-Nya, Allah menguasai dan memimpin orang-orang yang telah dipilih-Nya untuk menuliskan perkataan-perkataan yang dikehendaki-Nya dalam Alkitab (PL dan PB), tanpa salah dalam bahasa aslinya. Inilah definisi dari Inspirasi Alkitab.

      Namun, bukan berarti para penulis Alkitab hanya berperan sebagai juru tulis yang pasif, karena Allah memakai seluruh keberadaan penulis; baik pengalaman, pikiran, perasaan, karakter, penyelidikan, gaya penulisan, dan bahkan kepribadian para penulis tsb. untuk menghasilkan tulisan-tulisan yang Allah inginkan. Allah bekerja sama erat dengan para penulis Alkitab sehingga tulisan tersebut sekaligus adalah firman Allah. Roh Allah memberikan kepada para penulis jangkauan yang bebas untuk menulis -- tetapi setiap kata dan sintaksis berasal dari Allah Yang Mahakuasa. Demikianlah tulisan dalam Alkitab memiliki sifat ilahi-insani; diilhamkan oleh Allah dan ditulis oleh manusia. Seluruh tulisan di dalam Alkitab berasal dari satu sumber, yaitu Allah.

    3. Hubungan Antara "Penyataan" dan "Inspirasi"
    4. Dalam "Penyataan", Allah mengomunikasikan kebenaran-kebenaran-Nya kepada manusia yang dipilih-Nya (vertikal). Dalam "Inspirasi", Allah menuntun orang-orang yang dipilih-Nya itu untuk menuliskan "Penyataan" Allah dalam bahasa yang bisa dimengerti oleh manusia yang lain (horisontal).

      Roh Kudus, memampukan para rasul dan para nabi untuk mencatat Penyataan Allah sebagaimana Allah kehendaki. Dengan pimpinan Roh Kudus inilah, maka tulisan-tulisan mereka kita yakini sebagai inspirasi Allah tanpa kesalahan dan berotoritas penuh (2 Petrus 1:20, 21).

      Alkitab merupakan ungkapan isi hati (penyataan) Allah yang di dalamnya kita menemukan kehendak-Nya bagi kita. Alkitab memang adalah karya manusia, sehingga dalam taraf tertentu harus diperlakukan dengan asas-asas yang logis. Akan tetapi, pada saat yang sama, Alkitab adalah juga karya Allah, sehingga dalam taraf tertentu harus disadari adanya keterbatasan, terutama karena Allah harus menggunakan bahasa dan pikiran manusia yang terbatas.

    5. Pentingnya Doktrin Inspirasi
    6. Dengan memercayai bahwa Allah-lah yang menginspirasikan seluruh isi Alkitab, maka orang Kristen menerima Alkitab sebagai kumpulan kitab-kitab yang berotoritas mutlak untuk memberikan pedoman iman dan kehidupan bagi manusia. Tidak memercayai inspirasi Alkitab akan memberikan konsekuensi bahwa Alkitab hanyalah tulisan manusia yang tidak berotoritas secara mutlak bagi iman dan hidup orang percaya.

      Sekalipun Doktrin Inspirasi Alkitab sangatlah penting, sejarah gereja membuktikan adanya banyak pendapat yang menolak Doktrin Inspirasi. Akibat langsung dari penolakan doktrin ini adalah penolakan terhadap keabsahan Alkitab sebagai firman Tuhan dan penolakan terhadap otoritas-Nya yang mutlak.

  2. Bukti-Bukti Inspirasi
    1. Bukti-Bukti dari Luar
    2. Adanya penyataan-penyataan di luar kemampuan berpikir manusia. Misalnya tentang dosa, manusia, keselamatan, Allah Tritunggal, dll..

      Adanya penyataan-penyataan yang bersifat nubuat, di mana saat ini sebagian darinya sudah digenapi, yang tidak mungkin muncul dari pikiran manusia.

      Adanya penyataan-penyataan yang bersifat sejarah yang jauh di luar pengetahuan manusia, misalnya tentang proses penciptaan alam semesta.

      Adanya penyataan-penyataan yang mempunyai kuasa untuk mengubahkan hidup manusia dari zaman ke zaman.

      Adanya penyataan-penyataan yang berisi ajaran moral yang sangat tinggi, yang juga diakui oleh agama-agama lain.

      Adanya kesatuan tema dan isi dalam seluruh Alkitab, meskipun ditulis oleh beberapa penulis yang mempunyai latar belakang berbeda dan hidup pada zaman yang sangat berbeda.

      Bukti kelanggengan Alkitab, meskipun sudah berkali-kali dilakukan usaha untuk memusnahkannya.

    3. Bukti-Bukti dari Dalam
    4. Doktrin Inspirasi tidak hanya didukung oleh bukti-bukti di luar Alkitab, tetapi juga dari dalam Alkitab sendiri.

      1. Bukti-Bukti dalam Perjanjian Lama
      2. - Allah sendirilah yang memberikan perintah untuk menuliskannya (Keluaran 17:14; 34:27; Bilangan 33:2; Yesaya 8:1; 30:8; Yeremia 25:13; Yehezkiel 24:1; Daniel 12:4; Habakuk 2:2).
        - Para penulis secara sadar memberikan otoritas terhadap tulisannya sebagai firman Tuhan. "Demikian Firman Tuhan" (Yeremia 36:27, 32; Yehezkiel 26:1-21; 27:1-36; 31:1-18; 32:1-32; 39:1-29).
        - Perjanjian Baru mengakui inspirasi Kitab-kitab Perjanjian Lama.
        * Yesus Kristus: Matius 4:11; Matius 5:17-20; Yohanes 10:33-36
        * Rasul Paulus: 2 Timotius 3:14-16
        * Rasul Petrus: 2 Petrus 1:19-21
        * Penulis Kitab Ibrani: Ibrani 1:5; 3:7; 4:3; 5:6; 7:21

      3. Bukti-Bukti dalam Perjanjian Baru
      4. - Pengakuan dari penulis bahwa mereka menerima firman dari Tuhan -- 1 Korintus 2:13; 2 Korintus 13:3; 1 Tesalonika 2:13.
        - Perjanjian baru mengakui Inspirasi Alkitab Perjanjian Baru -- Matius 10:19-20; Yohanes 16:7, 13; Kisah Para Rasul 4:31.

  3. Langkah-Langkah Roh Kudus dalam Menggerakkan Penulis untuk Menulis Alkitab
  4. - Allah telah memilih dan mempersiapkan para penulis jauh sebelum Dia menggerakkan para penulis itu untuk menulis Alkitab.
    - Allah memilih para penulis sebelum mereka dilahirkan.
    - Allah menempatkan mereka pada situasi yang sesuai dengan kedaulatan-Nya.
    - Allah kadang memilih orang yang mempunyai pengalaman langsung.
    - Allah juga menggerakkan penulis untuk terlebih dahulu menyelidiki fakta-fakta.
    - Menunggu waktu Allah.
    - Allah menggerakkan para penulis untuk berkhotbah terlebih dahulu, baru kemudian menuliskannya.
    - Roh Kudus dicurahkan kepada para penulis untuk menyatakan firman-Nya secara langsung untuk dituliskan.
    - Roh Kudus dicurahkan kepada penulis untuk menulis hal-hal yang sudah diketahuinya.
    - Roh Kudus menggerakkan penulis untuk menulis apa yang dikehendaki-Nya.

  5. Teori-Teori Penulisan Alkitab dan Pandangan yang Salah tentang Inspirasi
  6. Manusia adalah satu-satunya makhluk yang diciptakan oleh Allah dengan pikiran dan rasio. Ketika manusia mulai membaca dan mempelajari Alkitab, mereka pasti akan mulai berpikir dan bertanya-tanya, bahkan memiliki keraguan, tentang dari mana asal Alkitab, bagaimana Alkitab ditulis, dan mengapa mereka harus memercayainya.

    1. Teori-Teori Penulisan Alkitab
    2. Di bawah ini adalah beberapa teori yang muncul dari pikiran manusia tentang bagaimana kira-kira Alkitab ditulis:

      1. Teori Dikte (Inspirasi Mekanis)
      2. Ini adalah salah satu teori yang ekstrem, yang mengatakan bahwa para penulis Alkitab hanyalah seperti mesin atau alat rekam. Mereka mendengar "Penyataan" dari Allah kemudian langsung menuliskannya kata demi kata, sama persis seperti apa yang Tuhan katakan, sehingga sama sekali tidak melibatkan kepribadian maupun pikiran para penulis itu. Teori ini beranggapan bahwa para penulis berfungsi sebagai alat atau juru tulis yang menuliskan apa yang dikatakan Allah.

      3. Teori Penyesuaian (Inspirasi Dinamis)
      4. Allah menyesuaikan diri dengan keterbatasan para penulis. Itulah sebabnya, ada ditemukan beberapa kekhilafan/kesalahan di dalam Alkitab.

      5. Teori Pengawasan (Inspirasi Organis)
      6. Allah berdaulat mengawasi dan mengatur latar belakang, riwayat keturunan, dan keadaan sekitar dari masing-masing penulis Alkitab. Sehingga pada saat menuliskan Alkitab, mereka menyadari bahwa mereka menggunakan kata-kata mereka sendiri, namun juga menyadari bahwa itu merupakan firman Allah karena mereka telah diperbarui rohnya dan memiliki hubungan yang kuat dengan Allah. Jadi, meskipun para penulis adalah orang-orang berdosa, hal itu tidak menjadi penghalang karena mereka dipimpin oleh Allah. Hal itu menjamin bahwa tulisan-tulisan itu tidak mungkin salah dalam bahasa aslinya. Itulah sebabnya, setiap kitab yang ditulis oleh masing-masing penulis mempunyai gaya bahasa yang berbeda, perbendaharaan kata tertentu, dan penekanan berita yang tertentu juga.

    3. Pandangan-Pandangan yang Salah tentang Inspirasi
    4. Doktrin Inspirasi adalah salah satu doktrin yang banyak menimbulkan perdebatan karena perbedaan-perbedaan praanggapan dan penafsiran. Berikut ini adalah beberapa pandangan yang tidak sesuai dengan Alkitab mengenai inspirasi:

      1. Inspirasi Alamiah
      2. Para penulis Alkitab adalah orang-orang yang genius secara alami. Mereka menuliskannya tanpa memerlukan campur tangan Allah atau kuasa adikodrati. Teori ini menitikberatkan pada pandangan bahwa Alkitab dianggap sebagai buku biasa seperti buku lain pada umumnya, yang ditulis oleh para jenius tanpa bimbingan ilahi.

      3. Inspirasi Dinamis atau Mistis
      4. Para penulis Alkitab dipenuhi dan dipimpin oleh Roh Kudus, sama seperti penulis kesusastraan Kristen lainnya.

      5. Inspirasi Bertingkat
      6. Para penulis Alkitab mendapat inspirasi dari Roh Kudus sehingga mereka dapat menuliskan tulisan-tulisan itu. Akan tetapi, tingkat inspirasi mereka tidak sama derajatnya. Oleh sebab itu, ada sebagian tulisan yang lebih berbobot daripada yang lain. Teori ini mengajarkan bahwa seluruh Alkitab memang diilhamkan Allah, namun tidak seluruhnya setara dalam derajatnya.

      7. Inspirasi Sebagian
      8. Para penulis Alkitab mendapat inspirasi, tetapi tidak semuanya. Ada kitab-kitab yang sama sekali tidak memerlukan inspirasi karena berupa dokumen sejarah. Bagian-bagian yang secara khusus diilhami (diinspirasikan) adalah yang mengajarkan tentang keselamatan dan ini tidak mungkin salah, tetapi yang lain bisa saja salah karena tidak diinspirasikan oleh Allah.

      9. Pandangan ini percaya pada doktrin inspirasi, tetapi bukan inspirasi harfiah kata per kata. Allah hanya menginspirasikan konsepnya. Oleh karena itu, kata-katanya bisa saja salah, namun secara konsep tidak. Teori ini bertentangan dengan Keluaran 20:1; Yohanes 6:63; 17:8; 1 Korintus 2:13; Wahyu 22:18-19.

Akhir Pelajaran (DAL-P01)

Doa

"Aku sungguh bersyukur memiliki Allah yang berkenan untuk datang dan berkenan untuk aku kenal secara pribadi melalui Alkitab. Ajarkan aku untuk selalu menghargai firman Tuhan tertulis yang telah Engkau berikan. Amin."

Taxonomy upgrade extras: