Komentar

RMA - Pelajaran 3

 Informasi COVID-19 untuk orang Kristen ada di:corona.sabda.org

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Nama Kelas : Renungan Multimedia yang Alkitabiah
Nama Pelajaran : Menuliskan Hasil PA dalam Renungan
Kode Pelajaran : RMA-P03

Pelajaran 03 -- Menuliskan Hasil PA dalam Renungan

Daftar Isi

  1. Pengertian dan Tujuan Renungan
    1. Pengertian
    2. Tujuan

  2. Macam-Macam Renungan
    1. Renungan Topikal
    2. Renungan Tekstual
    3. Renungan Ekspositori

  3. Komposisi Renungan
    1. Judul
    2. Teks Alkitab
    3. Pendahuluan (pengantar terhadap isi)
    4. Isi
    5. Penutup
    6. Doa

  4. Tip Menulis Renungan
    1. Tip memilih ayat
    2. Tip menilai isi pengajaran dalam renungan

Doa

  1. Pengertian dan Tujuan Renungan
  2. Salah satu definisi umum renungan yang diambil dari Kamus W.J.S. Poerwadarminta mengatakan, renungan adalah buah pikiran atau hasil merenung. Dari definisi umum ini, kita mengetahui bahwa renungan bukanlah buah khayalan, bukan pula buah dari pengalaman saja. Renungan juga bukan hasil dari mengutip tulisan orang lain, lalu mengemasnya menjadi suatu renungan. Jadi, renungan adalah hasil dari sesuatu yang sudah kita renungkan, gumulkan, atau pikirkan secara mendalam secara pribadi; ada proses merenung.

    Dalam renungan Kristen, tentunya subjek yang menjadi perenungan penulis adalah firman Tuhan. Karena itu, penulis renungan Kristen harus membaca dan belajar firman Tuhan dengan baik. Ia harus berinteraksi secara pribadi dengan Alkitab. Renungan Kristen bukan hasil pikiran manusia, tetapi hasil dari merenungkan firman Tuhan, perintah-perintah Tuhan, karya Tuhan, pikiran Tuhan, janji-janji Tuhan, dan ketetapan-ketetapan Tuhan (lihat 2 Tim. 2:15). Karena itu, dasar menulis renungan Kristen adalah kristosentris, harus berpusat pada Kristus, dan membawa hidup kita dan pembaca renungan kepada Kristus.

    Tujuan menulis renungan pada umumnya adalah karena penulis ingin membagikan hasil perenungan firman Tuhan kepada orang lain supaya orang lain juga mendapatkan berkat rohani (penghiburan dan penguatan, bahkan mendapatkan teguran/peringatan -- lihat 2 Tim. 3:16) seperti yang ia dapatkan. Adapun tujuan khusus adalah supaya kebenaran firman Tuhan (pengajaran) yang disampaikan dalam renungan dapat membawa pembacanya makin dekat kepada Tuhan dan hidup sesuai dengan kehendak-Nya.

  3. Macam-Macam Renungan
  4. Berdasarkan pengertian renungan di atas, ada 3 macam renungan yang bisa dikenali:

    1. Renungan Topikal


    2. Renungan yang ditulis berdasarkan hasil perenungan terhadap ayat-ayat Alkitab yang mengajarkan topik-topik utama dalam Alkitab, misalnya keselamatan, pertobatan, kesucian, sukacita, dll.. Tujuannya adalah untuk mengajak pembaca bersama-sama merenungkan kebenaran firman Tuhan yang membahas topik tersebut sehingga memperkaya pengalaman dengan topik tersebut bersama Tuhan.

    3. Renungan Tekstual


    4. Renungan yang ditulis berdasarkan bagian-bagian teks tertentu dalam Alkitab (bisa berurutan dalam satu kitab tertentu atau tidak). Renungan tekstual ini mengandalkan kejelian penulis dalam menarik keluar makna dari setiap teks yang direnungkan dan bagaimana merelasikannya dengan keadaan masa kini.

    5. Renungan Ekspositori


    6. Renungan yang ditulis berdasarkan studi kata/frasa tertentu dalam teks Alkitab yang direnungkan. Hasil perenungan ini menghasilkan pemikiran yang sarat dengan makna khusus dari kata/frasa Alkitab tersebut sehingga memperkaya pengetahuan pembaca akan kekayaan firman Tuhan.

  5. Komposisi Renungan
  6. Hasil perenungan/penggalian/pendalaman Alkitab (PA) kebanyakan berupa tulisan pengalaman pribadi dengan teks Alkitab. Namun, pada perkembangan teknologi sekarang ini, renungan tidak hanya sebatas pada tulisan teks. Ada bentuk/format lain yang bisa dipakai, misalnya audio atau visual. Namun, dasar utama tetaplah berupa tulisan yang ekspresinya bisa dituangkan dalam berbagai media visual. Untuk itu, mari terlebih dahulu belajar bagaimana menuangkan hasil perenungan dalam bentuk tulisan/teks. Komposisi renungan secara umum adalah sbb.:

    1. Judul


    2. Judul renungan sebaiknya:

      1. Pendek (tidak lebih dari 3 kata) dan jelas (kata-kata yang mudah dipahami)
      2. Mewakili isi (diksi dalam judul harus mewakili isi renungan yang disampaikan)
      3. Menarik (dengan cepat dapat menarik rasa penasaran pembaca)
      4. Kreatif (tidak biasa dan tidak klise)
      5. Fokus (tidak ke mana-mana)
      6. Inspiratif (memberikan wawasan yang meluaskan ide)
    3. Teks Alkitab
      1. Ayat utama (atau ayat emas yang akan menjadi sorotan utama dalam renungan)
      2. Konteks (harus membaca minimal seluruh perikop/pasal dimana ayat utama berada supaya tidak lepas dari konteksnya)
      3. Referensi silang (baca ayat-ayat yang punya makna terkait dengan ayat utama supaya lebih menjelaskan)
    4. Pendahuluan (pengantar terhadap isi)
      1. Awali renungan dengan ilustrasi, fakta, pengalaman, atau pertanyaan yang menarik perhatian sehingga pembaca mau melanjutkan membaca
      2. Singkat (bisa 1 kalimat atau tidak lebih dari 1/3 dari keseluruhan isi renungan).
      3. Open ending (jangan membocorkan hal yang paling penting di awal)
      4. Provokatif/kontroversial (timbulkan rasa penasaran, tertantang, dan ingin membaca isinya secara tuntas)
      5. Tidak menyesatkan (sesuai dan mendukung isi)

      Pendahuluan bersifat opsional. Untuk penulis yang sudah berpengalaman dalam melakukan penggalian Alkitab, pendahuluan tidak harus ada karena penulis bisa memanfaatkan waktu lebih banyak untuk membagikan inti perenungan.

    5. Isi
      1. Setia pada teks Alkitab (tidak melenceng tujuan yang diinginkan penulis Alkitab)
      2. Sampaikan 1 poin pengajaran saja, tetapi terarah dan relevan.
      3. Harus jelas dan mudah dimengerti, jangan disampaikan dalam kalimat yang tertele-tele, tidak menggurui, jangan bersifat memerintah, sebaiknya bersifat berbagi.
    6. Penutup
      1. Kesimpulan (berikan kesimpulan tunggal yang jelas, dengan kembali kepada ayat utama)
      2. 1 Aplikasi (mendorong pembaca untuk berkomitmen melakukan firman Tuhan)
      3. Kata-kata bijak (bisa ditutup dengan kata-kata bijak dari penulis atau tokoh terkenal yang terkait erat dengan inti renungan)
    7. Doa


    8. Ajak pembaca untuk berdoa dengan doa yang singkat untuk mengungkapkan ketergantungan kita kepada pekerjaan Roh Kudus. Mohonlah pertolongan-Nya untuk memberikan keyakinan akan kebenaran yang dipelajari dan melakukannya dalam ketaatan.

  7. Tip Menulis Renungan
  8. Beberapa tip yang bisa diterapkan supaya proses perenungan dan hasil perenungan bisa sesuai dengan tujuan.

    1. Tip Menulis Renungan
      1. Jangan mengambil ayat renungan dari satu ayat saja (jangan mencomot ayat dari konteksnya).
      2. Harus membaca/mempelajari minimal satu perikop/pasal (supaya isi renungan tidak lepas dari konteks ayatnya)
      3. Sebagai disiplin diri, lakukan renungan secara berurutan dari salah satu kitab, lalu tuliskan dalam jurnal pribadi untuk dibuat renungan. Menuliskan renungan secara berurutan seperti ini akan memberi pengalaman yang mendalam akan kitab tersebut.
      4. Jangan selalu mengambil ayat-ayat yang populer saja. Ayat-ayat populer sudah banyak kali dibuat renungan sehingga kita cenderung hanya mengulang apa yang sudah ditulis orang lain.
      5. Sebelum menulis renungan pastikan kita sendiri sudah mengalami berkat dari apa yang kita renungkan sehingga hasilnya memiliki nilai pribadi yang memberi kuasa.
    2. Tip Menilai Isi Pengajaran dalam Renungan
      1. Pertanyaan untuk mengecek:
        1. Apakah isi setia pada teks Alkitab?
        2. Apakah inti renungan dipaparkan dengan jelas?
        3. Apakah isi relevan dengan pembaca?
      2. Pelajari doktrin-doktrin Kristen.
      3. Hati-hati untuk tidak terlalu kreatif.
      4. Pendahuluan dan kesimpulan harus relevan.

    Sebagai orang percaya sekaligus penulis Kristen, kita sudah mengalami karya Tuhan dalam hidup kita. Kalau belum, penulis akan mengalami kesulitan dalam membagikan berkat rohani ini kepada orang lain. Karena itu, kita sendiri harus sudah mengalami berkat tersebut secara pribadi. Menulis renungan Kristen akan menjadi satu kesempatan berharga untuk membagikan kisah dan pengalaman pribadi kita bersama Tuhan. Karena itu, mari kita menjadi penulis renungan Kristen yang berintegritas dan bertanggung jawab supaya renungan kita dipakai Tuhan untuk memberi dampak bagi kehidupan orang lain dan nama Tuhan dimuliakan.

Akhir Pelajaran (RMA-P03)

Doa

"Tuhan Yesus, terima kasih atas kesempatan belajar menulis renungan hari ini. Kiranya saya tidak hanya belajar dan menulis renungan, tetapi saya mengalami perjumpaan pribadi dengan Engkau dan firman-Mu. Ajari saya untuk menyukai firman-Mu setiap hari dan setia menuangkannya ke dalam tulisan sehingga menjadi berkat bagi setiap orang. Amin."

Taxonomy upgrade extras: