DIK 2 - Pelajaran 04

 Informasi COVID-19 untuk orang Kristen ada di:corona.sabda.org

Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs PESTA

Nama Kelas : Dasar-Dasar Iman Kristen 2
Nama Pelajaran : Hidup Baru
Kode Pelajaran : DIK2-P04

Pelajaran 04 -- Hidup Baru

Daftar Isi

  1. Pengertian Hidup Baru
    1. Kapan Hidup Baru Dimulai?
    2. Awal dari Hidup Baru Adalah Pertobatan
    3. Dasar Alkitab Hidup Baru
      1. Kolose 3:9-10 - Manusia Baru
      2. Efesus 4:23-24 - Pembaruan Roh dan Pikiran
      3. Galatia 2:20 - Hidup bagi Kristus
      4. Yohanes 15:7 - Hidup Baru yang Menghasilkan Buah
  2. Hidup Baru Adalah Hidup dalam Roh
    1. Mengapa Kita Harus Hidup dalam Roh?
    2. Apa Artinya Hidup dalam Roh?
    3. Bagaimana Kita Dapat Hidup dalam Roh?
      1. Roh Kudus Akan Tinggal dalam Hidup Orang Percaya
      2. Roh Kudus Akan Menyucikan Hidup Orang Percaya
      3. Roh Kudus Akan Memelihara Iman Orang Percaya Sampai Akhir
      4. Mematikan Manusia Lama
  3. Hidup Baru Adalah Tinggal di dalam Pokok Anggur
    1. Siapakah Pokok Anggur? Siapakah Ranting-Rantingnya?
    2. Bagaimana Hubungan Ranting dan Pokok Anggur?
    3. Bagaimana Ranting Bersatu dengan Pokok Anggur?

Doa

Pelajaran 04 -- Hidup Baru

Dari Pelajaran 3, kita belajar bahwa kelahiran baru tidak dapat diketahui secara persis kapan terjadinya. Bagaimana dengan hidup baru? Apakah kita dapat tahu kapan dimulainya hidup baru? Apa bedanya kelahiran baru dan hidup baru? Inilah pertanyaan-pertanyaan yang akan kita bahas bersama dalam Pelajaran 4 ini. Mari kita simak bersama-sama.

  1. Pengertian Hidup Baru
  2. Lahir baru dan hidup baru adalah dua hal yang berbeda, tetapi saling berkaitan erat. Bagaimana penjelasannya?

    1. Kapan Hidup Baru Dimulai?
    2. "Lahir baru adalah karunia dari Allah dan terjadi seketika dan sekali (bukan suatu proses) seperti yang telah kita pelajari dalam Pelajaran 3. Melalui kelahiran baru, Roh Allah menghidupkan roh manusia agar mampu mendengar suara Allah yang dikumandangkan melalui firman-Nya dalam Alkitab. Suara Gembala akan didengar oleh domba-domba-Nya, demikianlah firman-Nya akan didengar oleh kita, anak-anak Allah (Yoh. 10:27). Ketika kita mulai mendengar dan mampu merespons firman-Nya dengan benar, saat itulah kita akan mulai mengalami hidup yang diubahkan, yaitu hidup baru.

    3. Awal dari Hidup Baru Adalah Pertobatan
    4. Firman Allah yang kita dengar akan menyadarkan kita siapakah Allah dan siapakah kita. Allah adalah Allah yang suci yang membenci dosa, sedangkan kita adalah orang-orang yang berdosa (Rm. 3:23) dan sepatutnya dibuang dan dimusuhi oleh Allah (Kol. 1:21). Kesadaran inilah yang membawa kita kepada respons pertama dari hidup baru, yaitu pertobatan. Pertobatan menyadarkan bahwa tanpa anugerah Allah, kita binasa selama-lamanya, tanpa Kristus yang mati dan bangkit, kita tidak memiliki harapan untuk selamat dari hukuman kekal (Luk. 13:3). Pertobatan membawa kita kepada kerendahan hati untuk mengakui bahwa tanpa Allah, kita tidak dapat berbuat apa-apa (Yoh. 15:5).

      Jadi, hidup baru dalam Kristus adalah hidup yang diawali dengan pertobatan untuk kembali kepada Allah dan dengan sukarela meninggalkan hidup yang lama (berpusat pada diri) dan berbalik untuk hidup bagi Kristus (berpusat pada Allah). Hidup baru ini bukan peristiwa seketika, tetapi suatu perjalanan panjang hidup orang Kristen yang terus-menerus belajar dan dibentuk, dari bayi-bayi rohani menjadi dewasa dalam Tuhan Yesus (1Ptr. 2:2). Kita rindu menyerahkan seluruh hidup kita untuk hidup selaras dengan kehendak-Nya.

    5. Dasar Alkitab Hidup Baru
    6. Alkitab memberikan pengertian yang sangat jelas bahwa setelah kelahiran baru, kita akan mampu merespons suara Allah melalui firman-Nya karena roh kita sekarang hidup dan kita akan bertumbuh menjadi "manusia ciptaan baru" yang tidak lagi hidup bagi diri sendiri, melainkan hidup "di dalam Kristus" dan bagi Kristus. Berikut adalah beberapa dasar ayat Alkitabnya (sebenarnya banyak sekali, tetapi di sini akan dibahas beberapa saja).

      1. Kolose 3:9-10 - Manusia Baru
      2. "... karena kamu telah menanggalkan manusia lamamu bersama dengan perbuatan-perbuatannya. Kenakanlah manusia baru, yang terus-menerus diperbarui dalam pengetahuan sesuai dengan gambar dari Penciptanya." (Kol. 3:9-10)

        Ayat ini menolong kita memahami bahwa hidup baru "di dalam Kristus" menghasilkan manusia baru yang memiliki pola atau cara hidup yang baru dan meninggalkan cara hidup manusia lama. Hidup baru "di dalam Kristus" adalah menjadi manusia baru yang terus-menerus diperbarui untuk semakin berpusat pada Allah dan hidup menurut kehendak Allah.

      3. Efesus 4:23-24 - Pembaruan Roh dan Pikiran
      4. "Perbaruilah roh pikiranmu. Kenakanlah manusia yang baru, yang diciptakan dalam rupa Allah dalam keadilan dan kekudusan yang sejati. " (Ef. 4:23-24)

        Bahwa menjadi manusia baru bukanlah keinginan atau kemauan manusia, melainkan kehendak Allah. Oleh kuasa Roh-Nya, manusia baru akan mengalami transformasi sehingga roh dan pikirannya akan diperbarui senantiasa.

      5. Galatia 2:20 - Hidup bagi Kristus
      6. "Aku sudah disalibkan dengan Kristus. Bukan lagi aku yang hidup, melainkan Kristus yang hidup dalam aku. Hidup yang sekarang ini kuhidupi dalam daging adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah, yang mengasihi aku dan telah memberikan diri-Nya untuk aku." (Gal. 2:20)

        Apakah hidup baru itu merupakan usaha untuk menjadi manusia yang lebih baik? Tidak. Apakah hal itu merupakan usaha untuk meniru orang-orang Kristen yang baik? Tidak. Apakah itu merupakan usaha untuk meniru Tuhan Yesus itu sendiri? Tidak. Hidup baru pada hakikatnya adalah Kristus yang hidup dalam kita.

      7. Yohanes 15:7 - Hidup Baru yang Menghasilkan Buah
      8. "Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku." (Yoh. 15:7-8)

        Sebagaimana Yesus katakan, hidup baru "di dalam Kristus" tidak lagi hidup sekadar hidup, tetapi hidup yang memberi banyak buah. Kristuslah yang menjadi Pokok Anggur dan kita yang telah dipersatukan dengan Kristus pasti kita akan menghasilkan buah-buah yang memuliakan Allah.

  3. Hidup Baru Adalah Hidup dalam Roh
  4. Setelah dilahirkan kembali, Allah menghendaki kita tidak lagi hidup dalam daging, yaitu hidup yang hanya menuruti kehendak diri sendiri. Lalu, bagaimana kita dapat meninggalkan hidup dalam daging? Kita harus hidup dalam Roh karena Rohlah yang memberi hidup (Yoh. 6:63).

    1. Mengapa Kita Harus Hidup dalam Roh?
    2. Ketika kita menerima kelahiran baru dalam roh, manusia lama kita (yang hidup dalam dosa) tidak secara otomatis mati atau tidak ada lagi. Sekalipun Roh Kudus sudah tinggal dalam hati kita setelah kita menjadi orang percaya, kita masih sering membiarkan manusia lama kita menguasai pikiran dan hati kita. Itulah sebabnya, kita harus secara sadar mematikan kuasa daging kita agar kita hidup dalam Roh (Gal. 5:16).

    3. Apa Artinya Hidup dalam Roh?
    4. Kita hidup dalam Roh ketika kita membiarkan Roh Kudus memimpin kita sehingga kita dapat berpikir, berbicara, dan bertindak sesuai dengan firman Allah (Rm. 8:5). Inilah yang disebut sebagai hidup dalam Roh. Roh Kuduslah yang pada dasarnya memimpin kita, bukan diri kita sendiri yang sering dikuasai oleh kedagingan kita.

    5. Bagaimana Kita Dapat Hidup dalam Roh?
    6. Allah tidak pernah membiarkan kita berjalan sendiri dalam kehidupan dunia yang penuh godaan ini karena Ia tahu kita tidak mampu berjalan sendiri. Oleh karena itu, Allah mengirimkan Roh Kudus-Nya untuk menjadi Penolong bagi anak-anak-Nya. Berikut adalah janji-janji yang diberikan Allah tentang penyertaan Roh Kudus bagi hidup orang percaya:

      1. Roh Kudus Akan Tinggal dalam Hidup Orang Percaya
      2. Pada akhir hidup-Nya di dunia, Yesus mengatakan bahwa Dia akan meninggalkan mereka. Ini sungguh sangat menyedihkan. Namun, sebelum itu terjadi, Tuhan Yesus memberikan janji yang indah kepada murid-murid-Nya untuk mengirimkan Roh Kudus, Sang Penolong, untuk menyertai mereka selama-lamanya dan bahkan tinggal dalam mereka (Yoh. 14:18). Jadi, kita lihat bahwa kedatangan Roh Kudus akan menjadi kedatangan Tuhan Yesus sendiri untuk tinggal dalam mereka.

        Sepuluh hari setelah kenaikan Tuhan Yesus, para murid-Nya berkumpul, berdoa, dan berpuasa. Pada hari Pentakosta, janji akan kedatangan "Penolong", yaitu Roh Kudus, digenapi. Murid-murid-Nya tidak perlu lagi gelisah dan takut karena Roh Kudus datang untuk tinggal dalam mereka. Sejak saat itu, setiap kali seseorang dilahirkan kembali, Roh Kristus akan tinggal bersama mereka (Gal. 4:6). Kristus tinggal dalam kita melalui Roh-Nya karena "Kristus hidup di dalamku," kata Paulus

      3. Roh Kudus Akan Menyucikan Hidup Orang Percaya
      4. Yohanes 16:8-11 mengajarkan kita tentang peran Roh Kudus dalam menginsafkan manusia akan dosa. Roh Kudus berkarya dalam hati orang percaya dengan menerangi dan menyadarkan akan dosa, yang jauh dari kehendak Allah. Dengan cara demikian, Roh Kudus bekerja dan menyucikan manusia yang berdosa kembali kepada Allah. Perubahan itu terlihat melalui pekerjaan Roh Kudus setelah melahirbarukan dan membentuk kehidupan baru yang meninggikan dan memuliakan Kristus Yesus. Melalui lahir baru dan hidup baru, orang percaya dapat memiliki arah baru dan pengharapan baru.

      5. Roh Kudus Akan Memelihara Iman Orang Percaya Sampai Akhir
      6. Hidup baru adalah awal dari pemeliharaan dan penyertaan hidup orang percaya oleh Roh Kudus hari lepas hari. Seseorang yang telah memiliki hidup baru akan memiliki kesadaran baru secara rohani. Roh Kudus akan mengajarkan dan mengarahkan orang percaya untuk semakin mengenal dan mengasihi-Nya. Melalui peran Roh Kudus dalam memelihara orang percaya, kita akan menikmati persekutuan dalam Bapa dan Putra selama-lamanya (Yoh. 14:16).

      7. Mematikan Manusia Lama
      8. Ketika menjalani kehidupan baru kita, kita menyadari bahwa manusia lama kita masih tetap ada dan tidak dihilangkan sekalipun kita telah dipersatukan dengan Kristus. Ingatlah, akan kedudukan kita "di dalam Kristus", kita dinyatakan kudus dan sempurna oleh Allah karena Kristus. Memang keadaan kita selama di dunia masih bisa berbuat dosa, tetapi ketika kita memercayai dan berpegang kepada kenyataan bahwa kita sudah sempurna "di dalam Kristus" dan Kristus di dalam kita, maka kita menerima kekuatan untuk menolak hidup dalam manusia lama kita (kedagingan/dosa) dan berani hidup sebagai anak Tuhan.

  5. Hidup Baru Adalah Tinggal di dalam Pokok Anggur
  6. Alkitab menggambarkan hidup baru "di dalam Kristus" dalam perumpamaan Pokok Anggur (Yoh. 15). Sebuah perumpamaan yang sangat jelas menggambarkan hubungan antara kita (orang percaya) dengan Kristus, Sang Juru Selamat. Mengapa perumpamaan Pokok Anggur? Mari kita pelajari perumpamaan ini.

    1. Siapakah Pokok Anggur? Siapakah Ranting-Rantingnya?
    2. Yesus Kristuslah Pokok Anggur yang benar (Yoh. 15:1). Kita, orang-orang percaya, adalah ranting-ranting-Nya (Yoh. 15:5).

    3. Bagaimana Hubungan Ranting dan Pokok Anggur?
    4. Kalau kita amati, ranting menempel pada pokok anggurnya. Hubungan ranting adalah hubungan ketergantungan dengan pokok anggur. Hal ini mengajarkan bahwa orang percaya tidak bisa hidup tanpa Kristus karena ranting harus menempel dengan pokok anggur agar ia tetap hidup dan mendapatkan makanan.

    5. Bagaimana Ranting Bersatu dengan Pokok Anggur?
    6. Ranting sudah sewajarnya bertumbuh dari pohon anggur, tetapi ada juga ranting yang dicangkokkan kepada pohon anggur yang lain. Setelah dicangkokkan pada pokok anggur, maka ranting mendapatkan kehidupan dari pokok anggur itu karena makanan dari pokok anggur mengalir ke ranting-rantingnya.

      Kita adalah orang-orang yang dicangkokkan kepada Yesus Kristus karena pokok anggur kita sebelumnya adalah Adam yang mati karena dosa. Puji Tuhan, Allah mengeluarkan kita dari Adam dan mencangkokkan kita kepada Kristus. Pertama, ranting itu dipotong dari pokok anggur yang lama (Adam), kemudian pokok anggur yang baru (Kristus) dilukai dengan pisau dan potongan ranting itu ditempelkan dan diikatkan dengan baik ke pokok anggur yang baru. Tak lama kemudian, ketika telah bersatu, kehidupan dari pokok anggur yang baru mulai mengalir ke ranting yang telah dicangkokkan ke pokok anggur.

      Nah, kita bisa melihat betapa indahnya perkara yang Allah telah lakukan bagi kita. Ketika kita dilahirkan kembali, Allah telah mengeluarkan kita dari Adam dan Ia mencangkokkan kita kepada Kristus sehingga kita memiliki hidup yang baru dalam-Nya (2Ptr. 1:4).

Akhir Pelajaran (DIK2-P04)

Doa

"Tuhan Yesus, Engkau adalah Pokok Anggur dan kami adalah ranting-ranting-Mu. Aku berterima kasih kepada-Mu karena aku boleh mengalami hidup baru dalam Engkau. Bekerjalah dalam hidupku agar aku memuliakan nama-Mu. Amin."

Taxonomy upgrade extras: